FOLLOW UP

 

Banyak orang yang selama ini berpikir bahwa yang terpenting dalam bisnis ini adalah closing atau presentasi. Terlebih dari itu sebenarnya keberhasilan seseorang dalam bisnis ini tergantung dari kemampuan follow up seseorang terhadap jaringan yang dimilikinya. Bahkan ada yang secara extreme mengatakan bahwa jika kita tidak mampu melakukan follow up lebih baik kita tidak melakukan presentasi sama sekali.

 

Banyak sekali leader yang mempunyai jaringan yang besar dalam kurun waktu singkat hancur jaringannya karena tidak memperhatikan faktor follow up dalam pengembangan jaringannya. Karena pentingnya follow up inilah kenapa follow up ini diletakkan pada 9 langkah suskes yang ke 5 bersama presentasi.

 

Sebenarnya apa sih follow up itu? Follow up berasal dari bahasa Inggris yang berarti menindak lanjuti. Follow up sendiri bertujuan agar apa yang telah kita lakukan sebelumnya tidak sia-sia, apakah terhadap downline atau calon downline

 

Apa saja yang perlu kita lakukan dalam kita melakukan follow up, antara lain:

 

 

1. Terhadap konsumen :

 

· Memantau kondisi setelah memakai produk

 

· Membina hubungan kita dengan konsumen

 

· Mencari kemungkinan mengclosing konsumen yang belum bergabung

 

· Mencari kemungkinan membawa konsumen untuk ikut training dan menjalankan bisnis

 

· Menawarkan produk yang lain

 

· Menggali refrensi dari konsumen tersebut

 

 

Follow up thd konsumen dilakukan saat:

 

Ø Sesaat terjadi penjualan(sudah dibayar)

 

1. Cara penyimpanan

 

2. Cara membuka botol

 

3. Tentang reaksi awal

 

 

Ø Dua hari setelah transaksi:

 

1. Bertanya apakah produk sudah diminum

 

2. Apakah ada reaksi awal

 

 

Ø Satu minggu setelah transaksi produk : (harus hadir ke rumah )

 

1. Menanyakan hasil atau yang dirasakan, jika ada kesulitan konsul ke dokter konsultan atau upline

 

2. Menjajaki apakah bisa menawarkan bisnisnya

 

3. Menawarkan jenis produk yang lain

 

4. Menggali refrensi (jenis konsumen,leader atau sales)

 

 

Cara bertanya untuk menggali referensi:

 

+ Tipe konsumen (hanya mengkonsumsi aja) : pancing dengan bercerita testimonial

 

+ Tipe sales (pandai berjualan) : tanya ada nggak temannya yang pandai berjualan,ulet

 

+ Tipe distributor : tanya ada nggak temannya yang pandai menjalankan bisnis spt ini, ulet suka kerja keras

 

 

Ø Satu minggu sebelum produk habis :

 

1. Menanyakan manfaat yang dirasakan selama ini

 

2. Menanyakan apakah produknya masih ada dan menganjurkan untuk repeat order jika hampir habis

 

 

2. Terhadap calon distributor :

 

· Menindaklanjuti pertemuan terakhir

 

· Menindaklanjuti infopack

 

· Mengundang ke pertemuan BOM/PUSH/RTS

 

· Melakukan Open Mind

 

· Merubah pandangan negatif dari prospek

 

· Menawarkan produk

 

 

3. Terhadap downline :

 

· Membina hubungan baik

 

· Memonitor hasil kerja downline

 

· Memonitor 3M

 

· Memonitor skill

 

· Melakukan konsultasi aktif (upline thd downline)

 

· Mengetahui secara dini problem di jaringan

 

· Memastikan jaringan informasi tidak terputus

 

· Memastikan adanya laporan dari downline bila ada tawaran dari MLM lain atau asuransi

 

 

4. Terhadap leader bintang :

 

Cara menganalisa apakah orang tersebut merupakan calon leader anda, memenuhi sifat-sifat:

 

– teachable : * mau belajar

 

* mau mendengarkan/diarahkan upline

 

* mau mengikuti training (merupakan syarat mutlak)

 

– mau menyediakan waktu

 

– suka bekerja keras

 

– positif thinking

 

– antusias

 

– mandiri

 

 

Apa saja yang harus dilakukan terhadap mereka

 

· Melakukan pendekatan khusus (personal touch)

 

· Mengimbangi pembinaan khusus untuk jaringan yang berkembang dengan pesat

 

· Melakukan investasi khusus

 

 

5. Terhadap downline baru :

 

· Memastikan sudah mengikuti 5 training dasar

 

· Memastikan sudah mendengar kaset wajib dan membaca buku wajib

 

· Melakukan pendampingan secara total terutama untuk first line (banyak yang malas dan memperlakukan seakan-akan spt dist lama)

 

· Mengajarkan cara membuat daftar nama

 

· Mengajarkan cara mengundang

 

· Mengajarkan follow up

 

· Memberikan waktu khusus sambil melakukan open mind dan membangun impian

 

· Minimal 2-3 hari 1x

 

 

Dalam melakukan follow up, ada beberapa hal yang harus diperhatikan

 

– lakukan dengan tulus

 

– sertai dengan senyum dan sabar

 

– jangan reaktif dalam menerima input yang negatif (tapi laporkan ke upline)

 

– usahakan jangan memarahi tapi mengingatkan

 

 

 

Dalam mengatasi komplain bagaimana kita bersikap :

 

– sabar

 

– tetap tersenyum

 

– jangan terpancing dengan emosi downline/konsumen

 

– jawablah akan anda selidiki dulu dan menampung laporan, tetapi katakan tidak biasanya seperti itu dan akan anda check dulu dan konsultasikan

 

– tetap yakin terhadap produk dan perusahaan

3 Responses to “FOLLOW UP”

  1. wety Says:

    Subhanalloh…
    Terimakasih ya kak Hadi untuk tips nya:) Sebenarnya ini lho yang saya cari2 dari dulu. Karena saya jauh sekali dari upline, bahkan bisa dibilang sejak gabung saya belum pernah ketemu dengan upline saya langsung kecuali WS 2007 kemarin. Itu juga selama acara saja. Dan selama ini saya bingung dalam hal presentasi, karena saya belajar otodidak melalui kaset:) Sekali lagi terimakasih ya kak!
    Go Diamond!!!

  2. ree Says:

    kaloq boileh tau ini MLM apaan? kok ada bintang-bintang? bukannya kita ikut MLM ntu cari uang? bukan cari bintang kan?

  3. kasdiman sinaga Says:

    Bisa ni ilmunya diterapkan, karena cukup teratur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: