Puji Tuhan (1)



Seorang petani membeli seekor kuda dari seorang pendeta. Pendeta itu mengatakan bahwa kudanya itu pintar dan mengerti dua kata yaitu “Puji Tuhan” untuk memacunya dan “Haleluya” untuk menghentikannya. Petani itu mencoba kudanya. Setiap kali ia berkata “Puji Tuhan” kudanya berlari makin kencang. Tiba-tiba di depannya menganga suatu jurang yang dalam. Petani tadi terkejut dan segera berteriak “Haleluya”. Kuda itu segera berhenti tepat di bibir jurang. Petani tadi mengusap dada sambil berkata. “Syukur saya masih dilindungi. Puji Tuhan.”

One Response to “Puji Tuhan (1)”

  1. ansav Says:

    Yah sudah sepatutnya kita bersyukur atas segala perkara yang terjadi di kehidupan kita, entah suka maupun duka, yang penting mengucap syukur dulu, kalo orang bule bilan. “praise first”
    Regard , Download Ansav November 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: