Memahami Pentingnya Perencanakan Keuangan

Banyak orang yang punya pemikiran bahwa perencanaan keuangan adalah milik orang-orang kaya atau yang memiliki tingkat ekonomi menengah ke atas bahkan tingkat paling atas. Apa yang mau direncanakan ? cukup aja engga, begitu kita sering mendengar. Jika kita pertanyakan, apakah kita yang berada pada golongan menengah atau bawah memerlukan sebuah perencanaan keuangan? Jika jawabannya tidak, maka tulisan ini akan berhenti di sini saja.

 

Seorang dengan  golongan ekonomi paling bawah sekalipun sangat berkepentingan pada perencanaan keuangan ini.

Seorang klient saya, dengan pendapatan sedikit di atas UMR, sangat kesulitan untuk mengatur keuangannya. Dengan dua orang tanggungan, yaitu istri dan seorang anaknya, dia sangat bingung untuk mengatur agar pengeluarannya lebih kecil daripada pendapatannya. Namun  dengan kemampuan merencanakan keuangan dia sekarang terbebas dari kesulitannya itu. Apa yang dilakukannya?

 

Pada awalnya dia mencatat semua pengeluarannya pada bulan bersangkutan, dan pada akhir bulan dia melihat bahwa beberapa pengeluaran yang dia lakukan sebenarnya tidak perlu. Pada bulan berikutnya besar nominal pengeluaran yang tidak diperlukan tersebut ditabungnya dan dialokasikan untuk keperluan keluarganya di masa depan. Dan sekarang dia terbebas dari masalahnya itu.

 

Cerita di atas mungkin sederhana, tetapi tidaklah sesederhana yang kita bayangkan jika kita mengalami sendirinya. Lalu apa yang harus kita lakukan dalam sebuah perencanaan keuangan? Mari kita kupas satu persatu.

 

Dalam kehidupan finansial kita, pasti ada yang namanya pendapatan. Apakah kita tahu berapa besar pendapatan kita setiap bulannya. Yang paling mudah diidentifikasi adalah gaji yang kita terima setiap bulannya. Juga gaji yang diterima pasangan..

 

Bagaimana dengan pengeluaran yang kita lakukan? Apakah anda pernah mempunyai catatan tentang pengeluaran yang kita lakukan setiap bulannya? Sebagian besar orang tidak memiliki catatan ini, karena pengeluaran bulanan kita begitu banyaknya dan diantaranya memiliki nominal kecil. Misalnya ; anda mengeluarkan sekeping uang logam bernilai Rp. 100 untuk diberikan ke “pak ogah” di perempatan jalan, bayar parkir, atau sore hari anak kita minta beli bakso yang lewat didepan rumah dan pengelluaran pengeluaran kecil lainnya.  Biasanya nominal yang kecil ini tidak tercatat dalam “buku” kita, karena nominalnya kecil dan jumlahnya cukup banyak.

 

Pada dasarnya pengeluaran kita dapat dikategorikan menjadi pengeluaran bulanan dan pengeluaran non bulanan. Pengeluaran bulanan misalnya : pembayaran listrik, air minum, iuran kebersihan sampai ongkos transportasi kita ke kantor. Sedangkan pengeluaran non bulanan adalah pengeluaran yang harus kita lakukan setiap tiga bulan atau setiap tahun sekali. Misalnya pembayaran premi asuransi yang setiap tiga bulan, pembayaran pajak bumi dan bangunan yang setiap tahun, pembayaran STNK kendaraan bermotor kita yang juga setiap tahun, dan lain sebagainya. Dua kategori di atas adalah pengeluaran rutin, ada pula yang disebut sebagai pengeluaran non rutin. Misalnya pengeluaran yang harus kita lakukan karena rumah kita bocor, sehingga diperlukan perbaikan seperlunya, atau pengeluaran saat kita membeli mobil atau rumah. Biaya rutin seperti contoh diatas adalah biaya rutin kita setiap bulan atau setiap tahun sekali.

 

Sekarang kita bandingkan antara pendapatan yang kita terima dan pengeluaran yang kita lakukan. Apakah seimbang, lebih besar pengeluaran, atau lebih besar pendapatan? Kondisi terakhir adalah yang kita harapkan bersama. Tetapi banyak orang dimana pengeluarannya lebih besar daripada pendapatan yang dia terima. Apa yang kita harus lakukan untuk kondisi ini?

Jalan terbaik adalah melakukan “pelacakan” terhadap pengeluaran.  Hasil dari kegiatan “pelacakan” ini lah yang menjadi  potret pengeluaran yang kita lakukan dalam periode tertentu.

 

Ada pengeluaran yang harus dilakukan, ada yang bisa tidak dilakukan dan ada  yang sebenarnya tidak perlu dilakukan. Kategori terakhir bisa kita coret dari daftar pengeluaran kita pada periode berikutnya dan nominal dari pengeluaran tersebut bisa langsung kita tabung atau kita investasikan setelah kita menerima gaji bulanan.

 

Setelah kita “memotret” kondisi keuangan kita, maka kita telah mengetahui kelebihan maupun kekurangan kita dalam mengelola keuangan sebelumnya. Tahap selanjutnya adalah menentukan secara spesifik tujuan keuangan kita di masa depan.

Setiap orang pastilah mempunyai tujuan hidup, tetapi jarang yang secara spesifik dan terukur apa yang ingin dilakukan dalam jangka waktu tertentu.  Tujuan hidup kita harus jelas, terukur kapan waktu pencapaiannya dan tertulis. Kalu kita berencana ingin beli rumah, tentukan kapan kita ingin membelinya, tahun depan, 3 tahun lagi, atau 5 tahun lagi. rumah seperti apa yang kita harapkan ? Akan lebih baik bila kita memiliki  “dream book”, tempat kita menulis setiap tujuan hidup kita.

 

Setiap orang pastilah ingin hidup sejahtera, tetapi setiap orang mempunyai ukuran “kesejahteraan” yang berbeda.

Tugas kita pada tahap ini adalah menentukan tujuan-tujuan keuangan kita di masa mendatang, mulai dari mempersiapkan pendidikan anak, mempersiapkan masa pensiun sampai mempersiapkan biaya pemakaman saat kita meninggal nanti. Dan kemudian menghitung besar dana yang harus disisihkan agar tujuan tersebut bisa dicapai.

Contoh simple tujuan yang spesifik dan terukur adalah menyekolahkan anak sampai tingkat S1 di sebuah perguran tinggi di Indonesia  dalam kurun waktu  15 tahun mendatang.  Dengan tujuan yang cukup jelas ini, kita akan dapat mengukur berapa besar dana harus disisihkan setiap bulannya mulai saat ini untuk mencapai tujuan mulia tersebut. 

 

Setelah kita menentukan tujuan, langkah selanjutnya memilih kendaraan yang akan kita gunakan mencapai tujuan tersebut. Ibarat kita ingin menuju ke suatu tempat, kendaraan apa yang ingin kita gunakan, mau naik kendaraan pribadi, pesawat, kereta api, kapal laut, bis , bajay, atau naik becak..Begitu juga dengan kendaraan yang dapat membawa kita menuju tujuan finansial yang kita harapkan. Banyak “kendaraan” bisa kita pakai untuk mencapai tujuan financial dimasa mendatang,, mulai dari menabung, berasuransi, dan berinvestasi,

Berinvestasipun banyak sekali caranya, mulai dari saham, obligasi, reksadana, sampai berinvestasi di bidang properti atau membuka usaha maupun  menanam modal langsung ke dunia bisnis.

 

Banyak jalan menuju Roma, bisa lewat darat, laut maupun udara. Semua pilihan ada di tangan kita, dan pasti kita memilih yang terbaik sesuai dengan kemampuan dan pengalaman kita.

 

Selamat merencanakan masa depan anda

 

 

Salam Luar Biasa

 

Irma Sustika LUTCF

Sales Trainer & Perencana Keuangan Independen 

 

One Response to “Memahami Pentingnya Perencanakan Keuangan”

  1. yo2einfo Says:

    Mas Hadi salam dari bu Irma, Beliau juga dah punya blog sendiri sekarang.

    Trimakasih ThankU Mas Hadi Doank.

    With Luv
    yo2e

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: