Kode Etik Trainer

Kode Etik Trainer. #1

Seorang guru, dengan baju safari lusuh menasehati, seorang anak muridnya
yang cantik dengan sepatu bersih dan pakaian yang bersih dengan
menggenggam Hp terbaru.

“Nak. Jangan malas. Kerjakanlah PR yang bapak berikan. Kalau kamu malas,
maka kehidupanmu akan terpuruk. Kalau kamu ingin sukses, maka kamu harus
rajin belajar”

Pak Guru menasehati dengan penuh sopan dan lembut.

“Huh! Guru tidak tahu diri! Lihat tuh sepatu Bapak! Lusuh! Jorok! Dekil
dan sudah robek! Apakah bapak orang yang sukses?! Sudah bayar belum
kontrakan rumah Bapak? Huh! Sok nasehatin” Si cantik itupun berlalu menuju
mobil Honda Jazz-nya yang di setir sendiri.

Kode Etik Trainer. #2

Sir Alex Ferguson, Gus Hiding, F Ricjkard, Goran, dan sederetan pelatih
sedang mengenakan seragam pemain dengan nomor punggung dan namanya
tertulis. Mereka adalah team Pelatih yang akan bertanding dengan para
pemain profesional. Alex Fergusen nampak gagah dengan seragam celana putih
dan kaos merah tua mirip warna seraga MU.

Diseberang yang lain, Ronaldo, Ronaldinho dan Messi sedang lonjak-lonjak
melakukan pelenturan dan pemanasan. Kesebalasn ini begitu komplit dengan
bintang. Bartes sang penjaga gawang pun sedang menendang nendang tiang
gawang.

Kedua Kesebelasan sudah siap bertempur, peluit panjang ditiup tanda mulai
pertandingan. Dalam hitungan detik Messi mencetak goal, kemudian dua menit
kemudian Zaneti ikut-ikutan membobol gawang tim pelatih. < kemudian
ronaldo, teves dan digit di score board yang biasanya hanya untuk dua
digit sudah tidak muat lagi. Sebuah kekalahan yang memalukan.

Apakah benar memalukan?

Kode Etik Trainer. #3

Seorang guru bercerita soal Supersemar, bercerita soal sejarah-sejarah,
kemudian belakangan ditemukan bahwa fakta itu salah.

Kode Etik Trainer. #4

Seorang guru mengajari hitung berhitung dikelas, Si Dita tak pernah
befikir lama, karena sudah belajar sempoa, hingga luar kepala. Berapa kali
berapapun tak pernah salah, namun menjadi bingung ketika harus dengan
methode susun.

Kode Etik Trainer. #5

Seekor induk Dinosaurus mengajari anak-anaknya mencari makan dan
bertarung. Sang induk dengan penuh keyakinan dan percaya diri mengajari
anak dan juga anak tetangganya. Huuuurrnggg huaarhynggg. …..
creeeeekr!!! !

Kenapa kok malah hasilnya menjadi Punah?

Kode Etik Trainer. #6

Saya saat duduk di bangku SMA, karena untuk menambah uang jajan maka
menyebar lembar photo copy untuk mencari murid di komplek Pulo Gebang
Permai Jakarta Timur. Mendapat murid SMP 10 Orang, dan 6 Orang murid saya
mendapat nilai 9 di kelasnya, sedang nilai saya hanya 7 di sekolah.

Kode Etik Trainer. #7

Asia Anak saya yang kelas 3 SD menjadi motivator bagi adiknya, Aussie yang
masih duduk di bangku TK. Istri saya menargetkan untuk bisa katam baca
Alquran sebelum lulus TK. Anak saya yang kelas 3 bahkan baru bisa baca
Alquran setelah SD.

Setiap hari menemani adiknya belajar dan membaca. Berganti-gantian dan
selalu mengingatkan.

Ternyata sumbangsihnya tidak kecil. Aussie berhasil katam 3 kali saat
lulus TK dan sama dengan kakaknya, yang juga baru 3 kali saat naik kelas 4

“Ayo Dik…. nanti ditanya lho sama Pak Sholeh, kalau di SD. Sudah pernah
katam belum? Ayo dik biar Kakak bangga bunya adik pinter” Kalimat itu
sering terlontar, ketika adiknya mulai macet membaca atau malas meneruskan
target hariannya.

Kode Etik Trainer. #8

Suatu hari saya main ke Padang Panjang, saya diajak makan sate padang yang
terkenal di Padang panjang. Teman saya Mas Ap, bilang kalau sate ini top
banget, banyak menteri yang sudah makan disini. Saya makan dengan lahap,
lontong dan kuah satenya.

Sekembalinya ke Jakarta, saya mencoba mencari sate padang, yang saya sudah
mulai suka. Saya suruh, istri saya mencoba makan. IStri saya tak suka.
Begitu juga banyak yang istri saya suka, saya merasa kurang nikmat.
Misalnya Jus Timun campur benkoang, Jus wortel dan seledri.

Ternyata manusia memang beda. Pandai meramu untuk bahan yang berbeda dan
konsumen yang berbeda.

Kode Etik Trainer. #9

Pak Dadang, memiliki keahlian ilmu bela diri. Ilmu itu diberinya nama
Cikudeas. Gerakanya indah dan mematikan. Sayangnya belum banyak yang tahu
dan pak Dadang belum punya murid. Ilmu ini hasil dari latihan dan temuanya
sendiri. Dari melihat orang berantem, melihat gerak burung, melihat gerak
ular dan binatang lainnya. Ingiiiiiiiiiiiin sekali Pak Dadang membuka
Padepokan.

Niatnya sudah kuat…Ketika melihat orang berlatih pencak silat, tekwondo,
karate dan aikido , maka Pak Dadang menjadi ragu dan minder. Diurungkanya
niat untuk MELATIH.

Kode Etik Trainer. #9

Mr. Duke adalah orang yang sangat sukses. Mobilnya berderet mewah,
Rumahnya berhias keindahan dan kelapangan. Buku-bukunya seluas diding
ruang tengah, pegawai-pegawainya melayani dengan gesit dan cekatan.

Mr. Duke membuka sekolah kesuksesan. Jony mengikuti seminar dan
workshopnya. Eeeh ternyat tetap saja gagal karena Joni bingung dangan
ilmu-ilmu canggihnya. Harus tahu komputer, harus tahu teknilogi, harus
berhubungan dengan banyak orang asing… Huh Si Jony malah bingung

Beda dengan Jono, dia belajar dari tetangganya Pak Kani, menggarap
peternakan ayam. Ya hanya Ayam. Bergumul dengan Dedak (makanan ayam) dan
kotoran. Jono kehidupannya menjadi semakin baik dan berkembang, sedang
Jony, sering mengeluh kehilangan banyak uang.

Mr Duke dan Pak Kani….. Apa bedanya ya?

Kode Etik Trainer. #10

Seorang Pendeta Saolin, menolak Yeh Yu Huan jadi muridnya, walau sudah
bersujud di depan pintu kuil selama 7 hari. Melihat keteguhanya menjadi
lumer hatinya. Mulailah Sang pendeta menyuruhnya mengambil air, mengepel
lantai dan pekerjaan kasar lainya. Bagi Yeh yu Huan, merupakan kebahagiaan
yang luar biasa, bisa menjadi muridnya. Sedang bagi orang lain Yeh yu
huan tampak sebagai pemuda bodoh yang sedang diperbudak sang guru.

Perlahan Yeh Yu Huan tumbuh sebagai pemuda gagah yang berotot keras, Sehat
dan atletis, sedang mereka yang mengolok-oloknya tetap akan tampil sebagai
pemuda kurus yang tidak akan pernah menang bertanding melawan Yeh Yu Huan.

******

Di dunia ini ada Astronot, ada astronom, ada pelatih, ada pemain, ada
murid ada guru, Ada pendeta, ada jamaah. Kadang kita berganti peran,
kadang menasehati, kadang dinasehati. Hidup akan tetap indah kalau
masing-masing rela menjalankan perannya.

Ketika kita tidak dalam posisi menasehati, maka aturanya kita harus rela
dinasehati, ketika dalam organisasi kita tidak sedang mengatur, maka
rumusnya kita harus rela diatur

Sir Alex Fergusen saat ini sedang menjadi pemain dan kalah dalam
pertandingan itu, namun demikian beliau tidak akan pernah RAGU menasehati
saat posisinya sebagai pelatih, walaupun jelas-jelas dalam pertandingan
PELATIH vs PEMAIN mengalami kekalahan yang telak. Begitu juga MESSI sang
pemain yang ganas mencetak goal ke kubu pelatih. Messi pasti tetap mau
mendengar, walau yang bicara adalah orang yang telah dicukurnya habis….

Orang tidak akan bisa menyemangati kalau tidak semangat! Orang tidak akan
bisa memotivasi kalau tidak sedang memiliki motivasi, Orang tidak akan
bisa menggembirakan, kalau sedang tidak gembira DAN SATU LAGI YANG
TERPENTING

Orang tidak akan bisa mengajar kalau tidak sedang belajar

Keep learning…. ..

Salam Perubahan!

Hari Subagya:)

http://www.bisnispartner. com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: