BEGITU MUDAH MARAH, BEGITU MUDAH MELUPAKANNYA

Ketika ku mencermati orang-orang di sekitar, mata ku tertuju pada sekumpulan orang
yang sedang asyik berbagi cerita. Ku sempat menyimak salah seorang dari mereka
berkata dengan agak sedikit bangga berkata bahwa “Memang aku mudah
marah, tapi aku segera melupakannya.” Mereka memang dianugerahi kemampuan
untuk menyembuhkan sendiri luka hatinya. Tak heran, meski amarahnya meledak-ledak
tak terkendali, hanya dalam hitungan detik mereka sudah berbaikan lagi;
bersendau gurau seolah tak terjadi sesuatu apa. Betapa, sebuah anugerah yang
tak ternilai.

Ku teringat seorang bijak pernah berujar, “Bukankah demikian pula ketika bom atom
dijatuhkan? Diperlukan beberapa menit saja untuk lari dari area peledakan.
Namun, lihatlah kerusakan yang terjadi. Rasanya seabad tak cukup untuk
menyembuhkan kerusakan yang terjadi.” Amarah menimbulkan dua luka; di hati
si empunya dan lebih dalam lagi di hati si korban. Mungkin mudah mengobati
luka hati sendiri. Tetapi, apakah anda menjamin kesembuhan luka orang lain?
Anugerah yang lebih bercahaya adalah bila anda mampu membantu menyembuhkan
luka hati orang lain. my

Have a positive day!

Salam Inspirasi,
Mohamad Yunus
Moderator
http://www.inspirasiindonesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: