Personality Plus

oleh: Nilna Iqbal

Tiap saat kita berhadapan dengan bermacam-macam situasi. Terutama ketika berhubungan dengan orang lain.

Sebagai pemimpin, mengertikah kita bagaimana cara `membakar’ motivasi para pegawai kita? Sebagai ibu, kita sering bingung nggak habis pikir plus pusing oleh watak keras kepala anak-anak kita?! Tak jarang pula, sebagai suami kita terus-terusan bertengkar sama istri yang padahal juga kita sayangi dan cintai?Adakah `zat kimia’ tertentu atau pola tertentu yang mempengaruhi sifat, sikap dan reaksi kita dan merasa dalam menghadapi berbagai situasi… sehingga kita bisa lebih berdamai dan mengerti mengapa semua reaksi itu terjadi? Bukankah akan lebih nikmat hidup ini kalau kita satu sama lain saling memahami?

Florence Litteur, penulis buku terlaris “Personality Plus” menguraikan, ada empat pola watak dasar manusia. Kalau saja semua sudah kita pahami, kita akan sangat terbantu sekali dalam berhubungan dengan orang lain.Kita akan jadi mengerti mengapa suami kita tiba-tiba marah sekali ketika meja kerjanya yang berantakan kita atur rapi. Kita juga akan mudah memahami mengapa pegawai kita gampang sekali berjanji… dan hebatnya dengan mudah pula ia melupakannya, “Oh ya, saya lupa”katanya sambil tertawa santai. Kita juga akan mudah mengerti mengapa istri kita nggak mau dengar sedikitpun pendapat kita, tak mau kalah,cenderung mempertahankan diri, selalu merasa benar dengan pendapatnya dan makin sengit bertengkar kalau kita mau coba-coba untuk mengalahkannya.

Yang pertama, kata Florence adalah golongan Sanguinis, “Yang Populer”. Mereka ini cenderung ingin populer, ingin disenangi oleh orang lain. Hidupnya penuh dengan bunga warna-warni. Mereka senangsekali bicara tanpa bisa dihentikan. Gejolak emosinya bergelombang dan transparan. Pada suatu saat ia berteriak kegirangan, dan beberapa saat kemudian ia bisa jadi menangis tersedu-sedu.

Namun orang-orang sanguinis ini sedikit agak pelupa, sulit berkonsentrasi, cenderung berpikir `pendek’, dan hidupnya serba tak beratur. Jika suatu kali anda lihat meja kerja pegawai anda cenderung berantakan, agaknya bisa jadi ia sanguinis. Kemungkinan besar ia pun kurang mampu berdisiplin dengan waktu, sering lupa pada janji apalagi bikin planning/rencana. Namun kalau disuruh melakukan sesuatu, ia akan dengan cepat mengiyakannya dan terlihat sepertinya betul-betul hal itu akan ia lakukan. Dengan semangat sekali ia ingin buktikan bahwa ia bisa dan akan segera melakukannya. Tapi percayalah, beberapa hari kemudian ia tak lakukan apapun juga.

Lain lagi dengan tipe kedua, golongan melankoli, “Yang Sempurna”. Agak berseberangan dengan sang sanguinis. Cenderung serba teratur, rapi, terjadwal, tersusun sesuai pola. Umumnya mereka ini suka dengan fakta-fakta, data-data, angka-angka dan sering sekali memikirkan segalanya secara mendalam. Dalam sebuah pertemuan, orang sanguinis selalu saja mendominasi pembicaraan, namun orang melankoli cenderung menganalisa, memikirkan, mempertimbangkan, lalu kalau bicara pastilah apa yang ia katakan betul-betul hasil yang ia pikirkan secara mendalam sekali.

Orang melankoli selalu ingin serba sempurna. Segala sesuatu ingin teratur. Karena itu jangan heran jika balita anda yang `melankoli’ tak `kan bisa tidur hanya gara-gara selimut yang membentangi tubuhnya belum tertata rapi. Dan jangan pula coba-coba mengubah isi lemari yang telah disusun istri `melankoli’ anda, sebab betul-betul ia tata-apik sekali, sehingga warnanya, jenisnya, klasifikasi pemakaiannya sudah ia perhitungkan dengan rapi. Kalau perlu ia tuliskan satu per satu tata letak setiap jenis pakaian tersebut. Ia akan dongkol sekali kalau susunan itu tiba-tiba jadi lain.

Ketiga, manusia Koleris, “Yang Kuat”. Mereka ini suka sekali mengatur orang, suka tunjuk-tunjuk atau perintah-perintah orang. Ia tak ingin ada penonton dalam aktivitasnya. Bahkan tamu pun bisa sajaia `suruh’ melalukan sesuatu untuknya. Akibat sifatnya yang `bossy’ itu membuat banyak orang koleris tak punya banyak teman. Orang-orangberusaha menghindar, menjauh agar tak jadi `korban’ karakternya yang suka `ngatur’ dan tak mau kalah itu.

Orang koleris senang dengan tantangan, suka petualangan. Mereka punya rasa, “hanya saya yang bisa menyelesaikan segalanya; tanpa saya berantakan semua”. Karena itu mereka sangat “goal oriented”,tegas, kuat, cepat dan tangkas mengerjakan sesuatu. Baginya tak ada istilah tidak mungkin. Seorang wanita koleris, mau dan berani naik tebing, memanjat pohon, bertarung ataupun memimpin peperangan. Kalau ia sudah kobarkan semangat “ya pasti jadi…” maka hampir dapat dipastikan apa yang akan ia lakukan akan tercapai seperti yang ia katakan. Sebab ia tak mudah menyerah, tak mudah pula mengalah.

Hal ini berbeda sekali dengan jenis keempat, sang Phlegmatis “Cinta Damai”. Kelompok ini tak suka terjadi konflik, karena itu disuruh apa saja ia mau lakukan, sekalipun ia sendiri nggak suka. Baginya kedamaian adalah segala-galanya. Jika timbul masalah atau pertengkaran, ia akan berusaha mencari solusi yang damai tanpa timbul pertengkaran. Ia mau merugi sedikit atau rela sakit, asalkan masalahnya nggak terus berkepanjangan.

Kaum phlegmatis kurang bersemangat, kurang teratur dan serba dingin. Cenderung diam, kalem, dan kalau memecahkan masalah umumnya sangat menyenangkan. Dengan sabar ia mau jadi pendengar yang baik, tapi kalau disuruh untuk mengambil keputusan ia akan terus menunda-nunda. Kalau anda lihat tiba-tiba ada sekelompok orang berkerumun mengelilingi satu orang yang asyik bicara terus, maka pastilah parapendengar yang berkerumun itu orang-orang phlegmatis. Sedang yang bicara tentu saja sang Sanguinis.

Kadang sedikit serba salah berurusan dengan para phlegmatis ini. Ibarat keledai, “kalau didorong ngambek, tapi kalau dibiarin nggak jalan”. Jadi kalau anda punya staf atau pegawai phlegmatis, andaharus rajin memotivasinya sampai ia termotivasi sendiri oleh dirinya.

http://nilnaiqbal.wordpress.com

27 Responses to “Personality Plus”

  1. nilna Says:

    Salam kenal🙂 mampir sebentar disini. melihat ada tulisan saya di atas. Sebaiknya jangan lupa mencantumkan Link URL nya ke http://nilnaiqbal.wordpress.com ya …. Thanks.

  2. Oca Says:

    Dear M’ Nilna,

    Mba..lam knal juga ya..aq oca, aq kerja sbg adm di sebuah farmasi (boleh nyebut nama ta’?hehe), mba aq seneng dech baca tulisan mba..masukan bgt buat sy seorang yang agal susah menili orang lain. Kalo mba ngga keberatan mohon untuk kirimin tulisan2 yg menarik yang bisa wat nge support y mba..Tks

    Rgrds,
    Oca

  3. dhev1010 Says:

    Thanks for all tips. Its more than all.

  4. aAng Says:

    hehe
    jadi senyum sendiri pas baca 3 paragraf terakhir

  5. ratih sari Says:

    Menarik…. tapi saya masih bingung bagaimana saya mengetahui apakah saya tergolong sanguinis murni atau sanguinis kombo? can u help me

  6. Rudy Haryanto Says:

    Wah, saya salut dengan hasil penulisan anda… dan jika saya boleh menebak karakter anda, anda cenderung melankolis dengan sedikit pola sanguine…
    Sangat menyenangkan jika sudah mempelajari dan menguasai keempat sifat tersebut, kita akan menjadi orang sempurna

    salam

  7. Agung Says:

    Saya pernah di-tes dan hasilnya saya seorang Melankolis-Koleris.
    Namun, sebenarnya saya menyangsikan tes ini. Sebab manusia yang begitu banyak dengan beragam budaya dan juga genetis yang berbeda hanya memiliki 4 karakter. Menurut saya, karakter manusia sejumlah manusia itu sendiri.
    Saya pun mempertanyakan berapa banyak sampel data yang digunakan FLorence Littauer dalam menganalisis karakter manusia itu, sehingga ia menyimpulkan 4 karakter. Mengapa tidak 5 karakter atau pun 6 karakter?
    Apakah teori ini sudah terbukti? Misalnya apakah seorang yang di-tes dan menghasilkan bahwa dia koleris benar2 ia menjadi seorang pemimpin yang baik?
    Perlu juga ditelusuri latar belakang pendidikan Florence Littauer tersebut dalam membuat teori ini.

    Terima kasih.
    Maaf apabila ada kata yang menyinggung.

    • Samsuhari Mao Says:

      Bisa jadi Anda benar, Bung! Jika anda perlu menelusuri, karena buat anda itu tantangan (sang koleris). Juga sangsi pada kesempurnaan Littauer akan keahliannya, sah-sah saja (tuntutan sang melankolis). Bagi yang lain, yang diambil “plus”-nya saja. Toh Littauer mengedepankan “plus” dari masing-masing karakter itu sendiri, setelah masing-masing individu memahami diri sendiri. Dengan kata lain mau “berproses”. Hal lain yang menarik, Ibnu Sina menggunakan teori ini untuk penyembuhan pasiennya. Hebatnya adalah sang dokter jiwa saja mau “merendah” demi visi kebaikan!

  8. tsubowo Says:

    Personality berasal dari kata “persona” topeng para pemain sandiwara jaman romawi, jadi kepribadian merupakan topeng manusia. Dan karena perannya di panggung sandiwara bisa berubah, maka topengnya juga tidak absolut dan berubah sesuai peranannya (berpura-pura).

  9. Asma Says:

    teori florence ini merupakan gabungan dari berbagai teori kepribadian dalam psikologi, karena banyak macamnya. Penulis florence ini merangkum menjadi 4 kepribadian ini (oersonality plus) adalah untuk memudahkan individu dalam memahami diri dan orang lain.
    Kadang khan kita bingung sendiri dengan sikap orang lain yang berbeda dengan kita dari segi pemikiran dan kebiasaannya, nah dari teori personality plus ini kita menjadi lebih paham dalam pergaulan tanpa menuntut seseorang seperti apa yang kita pikirkan

  10. YANTO_S Says:

    TAMPAN PEMALU

  11. YANTO_S Says:

    AKU SEORANG MELANKOLIS

  12. ayoeniech Says:

    Menanggapi komentar saudara agung di atas, kalo menurut kesimpulan dari buku personality plus yang saya baca, keempat dasar watak kepribadian manusia itu bisa saya saya analagikan sebagai cetak birunya. Sementara perwujudannya pada tiap2 karakter individu adalah berbeda-beda sesuai dengan komposisi atau persentase dari gabungan keempat kepribadian dasar yang dimiliki oleh masing2 individu tersebut.

    Jadi, bukankah kepribadian si A, katakanlah, yang memiliki kepribadian gabungan antara 65% sanguinis dan 35% koleris akan berbeda dengan si B, yang juga memiliki unsur sanguinis pada kepribadiannya dengan persentase 90% dan sisanya 10% terbagi antara koleris dan melankolis kan????

    Tapi di luar itu, semua teori kepribadian ini merupakan hasil sebuah intisari dari berbagai sumber di cabang terapan ilmu psikologi. Apalah arti sebuah teori jika tidak diimbangi dengan interpretasi dan aktualisasi yang tepat bagi para penggunanya?? Buku ini bagus dan layak untuk dibaca, karena sesuai dengan tujuan penulisannya, untuk membantu manusia memahami sesamanya dengan lebih memahami dirinya sendiri.

    Salam…

  13. Arman_Respati Says:

    Dear: Hadi Doank, Nilna Iqbal

    TX bwt ulasan, intisari atau apapun namanya. Aq dah tamat baca buku best seller ini sebanyak 3x, namun demikian sekali lagi aq msh tertarik membaca ulasan yg anda bwt. By the way kapan ulasan buku buku terlaris lainnya? ditunggu Ya…

  14. abdurrasyid muslim Says:

    makasih infonya ya, saya tertarik sekali dengan topik ini

  15. Arifin Mos Says:

    Weiiii….seyum. Kitanya yang baca…sanguin tersenyum. Hebaaaat, ma kasih.

  16. academyc Says:

    untuk yang fersi bahasa inggris silahkan liat di http://nickysstories.blogspot.com/2009/05/essaypersonality-plus.html

  17. Herdoni Wahyono Says:

    Sebuah buku yang sangat bagus yang memberikan kunci untuk memahami semua orang di sekeliling Anda.
    Salam sukses !

  18. lia Says:

    aq juga dah bca bukunya lochh…
    bgus bgt gtu,,,,,,,,,
    n me adl koleris yg kuat…………

  19. Nanung Says:

    Menurut saya buku Personality Plus memang bagus utk memperbaiki hubungan kita dgn orang2 yg berbeda disekitar kita.
    Setelah membaca buku tsb saya juga bisa mengetahui wanita tipe apa yg saya inginkan dan apa yg perlu saya lakukan utk mendptkannya. Tapi sayang, buku tsb hanya menguraikan watak2 manusia secara psikologis saja, tapi tidak menjelaskan secara detail dari segi ilmu biologi dan kedokteran, misalnya bagaimana perbedaan Otak, Hormon, Energi, dan Sistem Syaraf yang dimiliki keempat tipe watak spt yg dibahas di atas.
    Dengan mengetahui perbedaan2 biologisnya, diharapkan kita bisa mengubah sifat dasar kita (gen), agar bisa menjadi lebih baik, misalnya dgn mengubah makanan yg kita konsumsi, terapi hormon dll.
    Sebagai orang tipe melankolis tentunya saya tidak ingin menurunkan sisi buruk (kelemahan) tipe tsb pada anak keturunan saya.
    Sehingga bila kita bisa mengubah kode2 DNA dlm diri kita maka kita bisa punya keturunan yg lebih baik.
    Apa diantara teman2 ada yg bisa njelasin.. perbedaan 4 watak dari segi ilmu biologi & kedokteran ?
    Terima kasih…

  20. Anton Garyo Says:

    bisa minta tolong untuk mailing Personality plus tester Questionnnya nda?

  21. jamal Says:

    buku personality ini sangat bagus sekali, bagi anda yang belum baca rugi banget hehehe!!!!!!!!!!

  22. rindo Says:

    bukannya jika ada orang yang sedang berkerumun sedang mendengarkan pembicaraan orang lain itu tipe melankonis karena mereka adalah pendengar yang baik ?

  23. apos Says:

    saya salut atas pendapat anda saya seorang sanguinis

  24. wansa Says:

    tolong dong kasih penjrlasan lagi untuk melankoli supaya saya lebih tau lagi tentang melankoli

  25. Fafa Says:

    Slam kenl bt mb’nilna

    Q snang bca bku ni,n q p’nh ikut tes jg yg di st mextkan q lbh kuat k melankolis..q sneng bgt bs t’bntu dkit… Mb’nilna bs g’tmpilin p’txa”n yg bt ngtes sseorg tu pa kah dia t’glong seorg sanguin to yg laen…

  26. Objek Newbie Says:

    saya juga melankolis…lihat juga di blog kita ya..Berbagi Info: 4 kepribadian/watak dasar manusia trimakasih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: