Hidup dengan Alam

Apa sih gunanya kita hidup? Untuk sekedar memenuhi dunia? Dari kecil kita dibekali ilmu di sekolah, dari sekolah dasar sampai sekolah menengah umum bahkan perguruan tinggi. Lantas apa gunanya? Sebagai formalitas hidup? Alasan yang paling rasional adalah untuk berkarya, meneruskan karya Tuhan untuk menyempurnakan bumi. Tetapi apa seperti itu? Tampaknya tidak sepenuhnya. Ciptaan manusia kebanyakan merusak bumi. Lihatlah lapisan ozon yang semakin lama semakin tipis. Inikah yang namanya berkarya?

Teknologi kebanyakan membuat hidup manusia menjadi lebih mudah tetapi menyulitkan alam. Yang menjadi prioritas dari teknologi hanyalah kesejahteraan manusia. Kebanyakan dari kita tidak bersahabat dengan alam. Lihatlah beberapa tahun belakangan ini alam sudah mulah murka. Banyak bencana terjadi. Banjir, longsor, gempa dan sebagainya. Itulah protes dari alam. Mengapa kita tidak bisa mendengar teriakan alam? Mungkin gemerlapnya dunia telah menutup telinga kita. Sadarilah bahwa alam dan manusia saling membuhtukan, bukan saling memanfaatkan. Tidak adakah ilmu pengetahuan yang bisa berjalan selaras dengan alam? Jawabannya ada di dalam diri kita masing-masing. Sadarlah dan pedulilah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: