Kiat dalam berempati via telepon atau tele-empathy.

Pertama, jangan biarkan telepon berdering lebih dari 5 kali.

Deringan telepon ibarat kesan responsif terhadap konsumen. Semakin lama dering telepon dibiarkan, kesan responsif terhadap konsumen pun makin pudar.

Kedua, bertindaklah sebagai wakil dari perusahaan anda.

Jaga tutur kata dan artikulasi serta intonasi. Konsumen belum tahu kepribadian anda, konsumen juga belum tahu pelayanan perusahaan anda, bahkan konsumen belum tahu reputasi perusahaan anda. Yang konsumen ketahui adalah kata-kata anda yang mencerminkan segenab kepribadian anda dan reputasi perusahaan anda.

Ketiaga, tersenyum.

Kualitas suara anda akan terdenganr jauh lebih hangat dan bersahabat ketika anda tersenyum, sekalipun via telepon.

Keempat, jangan malakukan pekerjaan lain saat bertelepon.

Pembicaraan akan terdengan tersendat-sendat dan mengambang, karena konsentrasi anda sudah pecah. Dalam hitungan detik, konsumen anda akan tahu dan merasa dinomorduakan, bahkan merasa dicuekin.

Kelima, ulangi dan catat pesan-pesan.

Jangan terlalu mengandalkan daya ingat otak kiri. Lupa dan alpa adalah manusiawi. Jadi ulangi dan catat pesan yang bersifat angka dan nama.

Terakhir, jangan meletakkan gagang telepon duluan.

Mengalahlah pada lawan bicara anda. Biarkan lawan bicara anda menutup telepon terlebih dahulu. Ini mengindikasikan anda mengahrgai dia dengan teramat sangat.

Diadobsi dari buku “13 jurus terlarang” karya Ippho Santosa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: